Kamis, 07 Maret 2024

Lo Kheng Hong Sebut Harta Karun RI Ada di Sini

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Investor kakap Lo Kheng Hong (LKH) mengungkapkan, dalam berinvestasi perlu melihat situasi atau kondisi tertentu yang dapat digunakan sebagai momentum dalam mengambil keputusan. Misalnya saja pada 2020 saat terjadi krisis kesehatan karena pandemi Covid-19.

Pada tahun 2020, pasar saham anjlok. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor hingga ke level 3.900. Namun, menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk menyerok saham-saham perusahaan bagus yang harganya sedang jatuh.

"Ketika tahun 2020 ketika Covid IHSG 3.900. Ada hujan emas di BEI. Bukan gempuran bagi investor itu hujan emas. Kapan lagi beli perusahan bagus di harga murah," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (6/3).

Baca Juga : Emas Ukir Rekor Baru, Harga Sentuh US$ 2.152 per Troy Ons

Lo Kheng Hong melanjutkan lebih jauh, pada kondisi krisis, sebaiknya para investor saham mengambil kesempatan untuk membeli perusahaan-perusahaan yang berkinerja cerah.

"Ketika hujan emas itu, kita harus siapkan ember yang besar. Jangan gayung, tapi ember yang besar. Semua kalau bisa uang kita didorong ke perusahan bagus," ungkapnya.

Di sisi lain, Lo Kheng Hong menyebut saat ini pasar saham Indonesia masih sangat potensial dengan kapitalisasi pasar yang sebesar Rp 11.600 triliun. Sebaiknya, masyarakat memanfaatkan pasar saham untuk berinvestasi jangka panjang. Apalagi IHSG RI masih terus tumbuh yang saat ini berada di atas level 7.000.

"Bursa itu harta karun, karena bursa saham uang yang besar sekali. Kalau mau jadi orang yang kaya bursalah tempatnya, sangat disayangkan kalau nggak tahu bursa saham," pungkasnya.

 

 

cnbcindonesia.com/market/

 

Rabu, 06 Maret 2024

BNI Tebar Dividen Rp 10,45 T, Catat Tanggalnya

 Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk membagikan 50% laba bersih tahun buku 2023 sebagai dividen. 

Dengan demikian bank akan memberikan pembagian keuntungan kepada investor senilai Rp 10,45 triliun atau Rp 280,49 per lembar saham. 

Rasio dividen pada tahun ini naik dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 40%.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa kenaikan rasio dividen mejadi 50% pada tahun ini dilakukan seiring kinerja perusahaan yang terus postitf dengan laba yang konsisten meningkat.

"Hal ini tujuannya memastikan perseroan membukukan profitabilitas yang terus meningkat tangguh dalam menghadapi dinamika tantangan ekonomi serta dapat meberikan return optimal bagi negara dan pemegang saham," katanya usai RUPST, Senin (4/3/2024).

Sebagai informasi, BNI mencatat laba bersih Rp 20,9 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 14,2% secara tahunan (yoy). Laba perusahaan anak menyumbang Rp419,4 miliar, dengan pertumbuhan 36,2% yoy.

Baca Juga : Harga Emas Catat Rekor Demi Rekor, Ini 5 Faktor Pemicunya

Hasil positif tersebut diperoleh dari perbaikan fundamental, termasuk kontribusi fee-based income, efisiensi operasional, serta kualitas aset. Sepanjang periode 2020-2023, BNI mampu mencatatkan rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 7,9% yoy per tahun.

Selain itu pendapatan non-bunga (non-interest income) sepanjang 2023 naik 6,6% yoy menjadi Rp21,47 triliun.

Pertumbuhan laba sepanjang tahun lalu seiring dengan meningkatnya profitabilitas. Bank membukukan tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity(ROE) sebesar 15,2%, naik 120 basis poin (bps) dibandingkan dengan capaian sebelum pandemi Covid-19 atau 2019.

Adapun berikut jadwal pembagian dividen BNI: 

Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasI: 14 Maret 2024

Tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 15 Maret 2024

Tanggal cum dividen di pasar tunai: 18 Maret 2024

Tanggal ex dividen di pasar tunai: 19 Maret 2024

Tanggal recording date daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 18 Maret 2024

Tanggal pembayaran dividen tunai: 2 April 2024

 

cnbcindonesia.com/market

3 Direktur Astra Agro Mengundurkan Diri

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan bahwa tiga orang direksinya mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip BEI, ketiha direksi tersebut yaitu, Mario C. Surung Gultom, Rujito Purnomo, dan Said Fakhrullazi. Hal itu Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Mario C. Surung Gultom, Bapak Rujito Purnomo, dan Bapak Said Fakhrullazi dari jabatan mereka masing-masing selaku direktur perseroan," tulis manajemen, Rabu (6/3).

Berikut profil ketiga direksi AALI yang mengundurkan diri:

Mario C. Surung Gultom

Mario menjabat sebagai direktur perseroan dan merangkap menjadi sekretaris perusahaan sejak tahun 2017 berdasarkan keputusan RUPST tahun 2017. Perseroan kembali mengangkat beliau pada RUPST tahun 2019 dan RUPST tahun 2021 untuk menjadi Direktur Perseroan dan merangkap menjadi Sekertaris Perusahaan.

Ia merupakan Komisaris seluruh afiliasi PT Astra Agro Lestari Tbk. Sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Research and Development Perseroan (2016-2017), Presiden Direktur afiliasi PT Astra Agro Lestari Tbk di Area Kalimantan Tengah (2015-2017), Direktur afiliasi PT Astra Agro Lestari Tbk di Area Kalimantan (2007-2014), Procurement Division Head Perseroan (2001-2007), Internal Audit Division Head Perseroan (1995-2001), dan menjadi Asisten Manajer Auditor pada Akuntan Publik BDO Tanubrata (1987-1995).

Baca Juga : Harga Emas Catat Rekor Demi Rekor, Ini 5 Faktor Pemicunya

Sebagai tambahan informas, Mario merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta.

Rujito Purnomo

Ia telah menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2017 berdasarkan keputusan RUPST tahun 2017. Perseroan kembali mengangkat beliau pada RUPST tahun 2019 dan tahun 2021 untuk menjadi Direktur Perseroan.

Ia merupakan Presiden Direktur untuk afiliasi PT Astra Agro Lestari Tbk Area Kalimantan dan Perseroan yang bergerak dalam bidang karet. Sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Human Capital Perseroan dan FFB Production & Water Management System Perseroan (2016- 2017), Presiden Direktur anak perusahaan Perseroan Area Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan (2015-2017), Direktur anak perusahaan Perseroan Area Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan (2014-2015), Direktur anak perusahaan Perseroan Area Pengembangan (2010-2014), Direktur anak perusahaan Perseroan Area Sulawesi (2007- 2010), Direktur anak perusahaan Perseroan Area Jambi & Aceh (2002-2007), dan menjabat sebagai Departemen Pengembangan Perseroan Area Sulawesi (1992-2002).

Beliau merupakan lulusan INSTIPER Yogyakarta.

Said Fakhrullazi

Ia menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2019 berdasarkan keputusan RUPST tahun 2019. Perseroan kembali mengangkat beliau pada RUPST tahun 2021 untuk menjadi Direktur Perseroan. Beliau merupakan Presiden Direktur afiliasi PT Astra Agro Lestari Tbk di area Sulawesi.

Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Engineering Development Perseroan tahun 2016, Division Head of Engineering Development Perseroan (2012-2015), Project Manager of Palm Oil Mill Construction Perseroan (2005-2011), Department Head of Processing Factory of Rubber, Cocoa & Tea Perseroan (1998-2004).

Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Manajer Rubber Factory dan Assistant Rubber Factory PT Huma Indah Mekar (1994-1997) serta pernah menjabat sebagai Asisten Lapangan PT Gunung Huma Group (1991).

Beliau menyelesaikan Pendidikan di Universitas Padjajaran, Bandung.



cnbcindonesia.com/market/

 

Minggu, 03 Maret 2024

Bursa Asia Dibuka Beragam, Nikkei Cetak Rekor Lagi

 People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, July 10, 2019. Asian shares were mostly higher Wednesday in cautious trading ahead of closely watched congressional testimony by the U.S. Federal Reserve chairman. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung beragam pada perdagangan Senin (4/3/2024), di mana investor akan mengamati pertemuan "Dua Sesi" di China hari ini.

Per pukul 08:10 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang menanjak 0,85% dan KOSPI Korea Selatan melesat 1,06%. Sedangkan Straits Times Singapura melemah 0,24% dan ASX 200 Australia turun tipis 0,01%.

Pertemuan "Dua Sesi" di China hari ini mengacu pada pertemuan tahunan legislatif China, Kongres Rakyat Nasional, dan badan penasihat politik utama negara tersebut, Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.

Pada pertemuan tersebut, Perdana Menteri China, Li Qiang diperkirakan akan menyampaikan laporan kerja pemerintah, yang merinci tujuan ekonomi dan kebijakan untuk negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, termasuk target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah cerahnya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutupmenguat 0,23%, S&P 500 melesat 0,8%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,14%.

Baca Juga : Usai Pecahkan Rekor, Harga Emas Masih Melesat Hari Ini

Wall Street kembali menguat karena investor masih menimbang rilis data inflasi belanja personal (personal consumption expenditure/PCE) AS yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada Januari lalu naik tercatat 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan mencapai 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%.

Angka ini juga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan inflasi PCE tumbuh 0,3% (mtm) dan 2,4% (yoy).

Tak hanya itu saja, data klaim pengangguran mingguan terbaru juga cenderung positif.

Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja pada hari ini menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara naik 13.000 menjadi 215.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 24 Februari. Para ekonom memperkirakan 210.000 klaim untuk minggu terakhir.

Dengan dua data tersebut yang tumbuh cenderung wajar membuat pasar sempat bergembira kemarin, sebelum akhirnya mulai merealisasikan keuntungannya pada hari ini.

Di lain sisi, data aktivitas manufaktur AS terbaru yang dirilis pada hari ini cenderung mengecewakan, membuat pasar kembali skeptis meski tidak terlalu besar.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur AS pada Februari lalu turun menjadi 47,8, dari sebelumnya di angka 49,1 pada Januari lalu.

Ini adalah bulan ke-16 berturut-turut dimana PMI tetap berada di bawah 50, yang mengindikasikan adanya kontraksi di sektor manufaktur.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Tok! BRI Bagikan Dividen Rp 319 per Lembar Saham

 Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk membagikan dividen Rp 319 per lembar saham dari laba tahun buku 2023. Hal ini diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini, Jumat (1/3/2024).

Adapun pada tahun lalu BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 84 per lembar saham. Dengan demikian sisa dividen yang akan dibagikan BRI sebesar Rp 235. 

Sementara itu secara total BRI memutuskan membagikan dividen senilai Rp 48,1 triliun atau sekitar 80% dari laba 2023.

Lebih rinci, publik akan mendapatkan Rp 25,71 triliun dan pemerintah Rp 22,39 triliun. Publik dan pemerintah pada tahun lalu telah mendapatkan dividen interim sebesar Rp6,77 triliun dan Rp 5,9 triliun, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan tahun ini Rp 18,94 triliun dan Rp 16,49 triliun. 

Baca Juga : Usai Pecahkan Rekor, Harga Emas Masih Melesat Hari Ini

"Sebagai bagian rencana kerja jangka panjang strategi transformasi BRIvolution 2.0, the most valuable banking group Southeast Asia dalam RUPS bri tahun 2024 hari ini telah setujui penggunaan laba bersih konsolidasi sebesar 80%," kata Sunarso usai RUPST, Jumat (1/3/2024).

Sebelumnya Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan perusahaan yang dia pimpin memiliki kemampuan untuk secara konsisten membagikan dividen dalam jumlah jumbo. 

Ia menjelaskan BRI memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27%. Jumlah itu melampaui ketentuan Basel III yang mensyaratkan minimal CAR perbankan sebesar 17,5%.

"Kalau setiap tahun hanya mengkonsumsi CAR 2%, maka saya katakan jadi 4 sampai 5 tahun ke depan, BRI tidak butuh nambah modal. Kan modalnya lebih dari cukup, berapa pun laba BRI, tidak masalah jika laba itu dibagi dalam bentuk dividen," kata Sunarso.

 

cnbcindonesia.com/market

Jumat, 01 Maret 2024

Satu Lagi Emiten (NUSA) Bentjok yang Mau Ditendang Bursa

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan kepada emiten Benny Tjokrosaputro PT Sinergi Megah Internusa Tbk. (NUSA) karena berpotensi delisting atau penghapusan saham NUSA di pasar modal.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, peringatan tersebut mengacu pada pengumuman Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. Peng-SPT-00022/BEI.PP3/08-2020 tanggal 31 Agustus 2020, perihal Penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang Berakhir per 31 Desember 2019, serta Peraturan Bursa No. I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa,

Diketahui; pihak bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila perusahaan mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka. Serta, perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Baca Juga : Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi Sebulan, Ada Kabar Baik dari AS

Selain itu, perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya di diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk. (Perseroan) telah di suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai selama 42 bulan pada tanggal 29 Februari 2024," tulis manajemen BEI, Jumat (1/3).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama: Benny Tjokrosaputro
Komisaris: Unggul K Yudoyono
Komisaris Independen: Sihol Siagian

Direktur Utama: Ir. Iwandono, MM
Direktur: Herman Susanto
Direktur: Andrianto Kasigit

Sebagai informasi, Sihol Siagian telah mengundurkan diri yang efektif per tanggal 10 Juli 2020, namun belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Selain itu, Herman Susanto juga telah mengundurkan diri selaku Direktur Keuangan, yang efektif per tanggal 23 Desember 2021, namun belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Adapun susunan pemegang saham berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 31 Januari 2024 adalah sebagai berikut:

Pemegang Saham
Kejaksaan Agung: 2.927.061.900 atau 38%
Masyarakat: 4.772.938.248 atau 61.99%

 

cnbcindonesia.com/market/

Tok! BRI Bagikan Dividen Rp 319 per Lembar Saham

 Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk membagikan dividen Rp 319 per lembar saham dari laba tahun buku 2023. 

Adapun pada tahun lalu BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 84 per lembar saham. Dengan demikian sisa dividen yang akan dibagikan BRI sebesar Rp 235. 

Sementara itu secara total BRI memutuskan membagikan divide senilai Rp 48,1 triliun atau sekitar 80% dari laba 2023.

Lebih rinci, publik akan mendapatkan Rp 25,71 triliun dan pemerintah Rp 22,39 triliun. Publik dan pemerintah pada tahun lalu telah mendapatkan dividen interim sebesar Rp6,77 triliun dan Rp 5,9 triliun, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan tahun ini Rp 18,94 triliun dan Rp 16,49 triliun. 

Baca Juga : Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi Sebulan, Ada Kabar Baik dari AS

Sebelumnya Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan perusahaan yang dia pimpin memiliki kemampuan untuk secara konsisten membagikan dividen dalam jumlah jumbo. 

Ia menjelaskan BRI memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27%. Jumlah itu melampaui ketentuan Basel III yang mensyaratkan minimal CAR perbankan sebesar 17,5%.

"Kalau setiap tahun hanya mengkonsumsi CAR 2%, maka saya katakan jadi 4 sampai 5 tahun ke depan, BRI tidak butuh nambah modal. Kan modalnya lebih dari cukup, berapa pun laba BRI, tidak masalah jika laba itu dibagi dalam bentuk dividen," kata Sunarso.

 

 

cnbcindonesia.com/market