Kamis, 02 Mei 2024

Sell in May and Go Away, IHSG Ambruk 1,63%

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan awal Mei 2024 ini ditutup ambruk 1,63%.

Sentimen 'sell in May and go away' tampaknya masih menjadi momok bagi para investor saham.

Dari data penutupan perdagangan saham sesi I, Kamis (2/5/2024), sebanyak 392 saham bergerak turun, 174 saham naik, dan 191 saham bergerak stagnan.

Ada 11,453 miliar lembar saham yang ditransaksikan, dengan nilai transaksi Rp 8,355 triliun, dan frekuensi 755.411 kali.

Sejumlah saham-saham 'big cap' alias dengan nilai kapitalisasi pasar besar berjatuhan pada perdagangan hari ini.

Saham Bank Mandiri (BMR) tercatat turun 8,7% atau Rp 600 ke Rp 6.300/saham. Lalu saham Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 6,29% atau Rp 330 menjadi Rp 4.920/saham. Kemudian saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 4,05% atau Rp 200 menjadi Rp 4.740/saham. Saham Bank Central Asia (BBCA) juga turun 1,02% atau Rp 100 menjadi Rp 9.700/saham.

 

cnbcindonesia.com/market/

Senin, 29 April 2024

Kredit Hijau BNI Tembus Rp67,4 Triliun per Maret 2024

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terus berupaya mengejar target net zero operation pada tahun 2028 dan pembiayaan pada tahun 2060.

Sejalan dengan tujuan tersebut, penyaluran kredit hijau BNI telah tumbuh dengan rata-rata setiap tahun (CAGR) 23%, dengan nilai mencapai Rp 67,4 triliun pada akhir Maret 2024, dibandingkan akhir Desember 2020 sebesar Rp 29,5 triliun. Penyaluran kredit hijau tersebut memiliki porsi 14,2% dari keseluruhan wholesale loan, sementara pada Desember 2020 porsinya baru sebesar 7,8%.

"Salah satu bentuk penyaluran kredit hijau tersebut adalah pembiayaan akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 75 Megawatt Peak (MwP) senilai Rp 1,6 triliun," ujar Direktur Risk Management David Pirzada saat paparan kinerja BNI kuartal I-2024 secara virtual, Senin (29/4/2024).

Baca : Gara-Gara Orang Ini Pemilik Emas Jadi Susah Tidur & Sport Jantung

Di sisi lain, ia mengungkapkan BNI telah mengoptimalkan penyaluran green bond sebesar Rp 5 triliun ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pengolahan sampah, bangunan berwawasan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam.

David melanjutkan, bank pelat merah itu juga memiliki perhatian khusus pada risiko transisi yang dihadapi debitur dan telah menerapkan Sustainability Linked Loan (SLL) untuk mendorong pelaksanaan prinsip ESG termasuk di dalamnya transisi energi debitur.

Sampai dengan akhir Maret 2024, BNI telah menyalurkan SLL senilai Rp4,9 triliun kepada perusahaan-perusahaan top tier di sektor industri pengolahan semen, baja, dan agroindustri.

"Sebagai bukti pencapaian BNI dalam pengelolaan keuangan berkelanjutan, pada akhir Maret 2024 BNI juga berhasil mempertahankan Rating A dari MSCI dan Rating Medium Risk dari Sustainalytics dengan skor 21,4," pungkasnya.

 

cnbcindonesia.com/market


 

Era Suku Bunga Tinggi Bakal Lama, Bos BSI Siapkan Strategi Ini

PT. Equityworld Futures Manado - Bankir menilai ketidakpastian ekonomi masih terjadi sepanjang kuartal 1 2024. Bahkan, penurunan suku bunga Fed Fund Rate diprediksi baru terjadi pada kuartal 4 tahun 2024.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) Heri Gunardi mengatakan, suku bunga The Fed masih akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini dipantik sejumlah sentimen global.

"Fed rate ini masih ada di 5,25-5,5%. Pelaku pasar prediksi penurnan paling cepat di kuartal 4-2024, sekitar November dan Desember," ungkap Heri pada paparannya di Konferensi Press Kinerja Triwulan 1/2024, virtual, Selasa, (30/4/2024).

Meski demikian, Heri menilai perekonomian Indonesia cukup resilien. Hal ini bisa dilihat dari nilai tukar rupiah terhadap US Dolar yang lebih baik dibanding Vietnam dan Thailand. Diketahui, rupiah melemah terhadap doalr sebanyak 3,01% year to date (ytd). Di sisi lain, inflasi pun masih terjaga di level 3,05%.

Meski begitu, Heri Gunardi melihat peningkatan BI Rate menjadi 6,25% adalah hal yang tak terhindarkan. Meski demikian, ia mantap bahwa dampak kenaikan suku bunga ini tak serta merta berdampak pada tingkat suku bunga Dana Pihak Ketiganya (DPK).

"Peningkatan suku bunga ini ikut mengerek tingkat suku bunga DPK di perbankan, Tapi biasanya yang langsung terdampak itu deposito," ujarnya.

BSI pun percaya diri bahwa dana murahnya cukup kuat dengan nominal lebih dari Rp120 triliun. Sehingga, ini menjadi modal dasarnya untuk terus mendukung pertumbuhan dari dana murah.

"Dari DPK, kita ingin tingkatkan low cost fund dari tabungan dan giro, dengan memperbaiki infrastruktur funding frenchise, dalam hal ni terkait payment mobile banking, qris dll itu jadi bagian untuk dukung pertumbuhan DPK," jelasnya.

 

cnbcindonesia.com/market

Jumat, 26 April 2024

Jelang Bagi-Bagi Dividen, Direksi & Komisaris BJB Borong Saham Rp1,7 M

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Anggota direksi dan dewan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau BJB kompak memborong saham pada 22 April 2024, jelang pembagian dividen. BPD pentolan itu telah sepakat untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2023 sebesar Rp 1 triliun atau sebesar Rp 95,05 per saham.

Dalam pembagian dividen tersebut, cum date jatuh pada 18 April 2024, ex date 19 April 2024, dan recording date 22 April 2024. Pembayaran dividen pun jatuh pada 2 Mei 2024.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi pun memborong sebanyak 326.519 saham, kepemilikannya kini menjadi 2.190.656 saham. Kemudian Direktur IT & Transaction Banking BJB Rio Lanasier memborong 261.216 saham, sehingga kepemilikannya menjadi 1.489.418 saham.

Baca : Nasib Emas Berubah Drastis: Harga Jatuh 2%, Pemiliknya Spot Jantung

Disusul dengan Direktur Komersial & UMKM BJB Nancy Adistyasari yang memborong 261.216 saham dan kepemilikan sahamnya menjadi 976.859 saham.

Selanjutnya, Direktur Operasional BJB Tedi Setiawan juga memborong saham dengan jumlah yang sama, membuat kepemilikannya kini menjadi 1.489.408 saham. Dengan jumlah pembelian yang sama, Direktur Kepatuhan BJB Cecep Trisna kini menggenggam total 582.617 saham.

Dari dewan komisaris, Komisaris BJB Rudie Kusmayadi memborong 40.811 saham, menjadi kepemilikan perdananya di saham BPD itu. Sama halnya dengan Komisaris Tomsi Tohir, yang memborong dengan jumlah yang sama.

Lantas, jumlah saham yang diborong oleh para pengurus BJB itu adalah sebanyak 1.453.005. Dengan harga pembelian Rp 1.213,85, total seluruh transaksi adalah sebesar Rp 1,76 miliar.

Masing-masing transaksi sama-sama bertujuan untuk investasi, dengan status kepemilikan langsung.



cnbcindonesia.com/market

 

IHSG Ambruk 1,67%, Sentuh Level Terendah Sejak 29 November 2023

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,67% hari ini, Jumat (26/4/2024). Indeks ditutup pada level 7.036,075 atau menyentuh titik paling rendah sepanjang tahun ini. 

Sebanyak 153 saham naik, 422 turun, dan 203 stagnan. Sepanjang hari ini nilai perdagangan IHSG mencapai Rp 14,35 triliun yang melibatkan 16,87 miliar dalam 1,1 juta kali transaksi.

Adapun IHGS pada hari ini menyentuh titik terendah sejak 29 November 2023. IHSG pada tahun ini sempat menyentuh level tertinggi 7.433 pada 14 Maret 2024.

Baca : Nasib Emas Berubah Drastis: Harga Jatuh 2%, Pemiliknya Spot Jantung

Pada hari ini seluruh sektor kompak turun. Penurunan tertinggi dipimpin oleh sektor cyclical, kesehatan, keuangan, energi dan non-cyclical yang terjun lebih dari 1%.

Sebagai informasi, sejak keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25% pada April 2024, IHSG telah ambruk nyaris 2%.

BI memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, IHSG juga melemah di tengah memburuknya sentimen pasar global. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) merilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024.

Perekonomian AS diketahui hanya tumbuh sebesar 1,6% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2024, dibandingkan dengan 3,4% pada kuartal sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 2,5%. Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak kontraksi pada paruh pertama 2022 lalu.

 

cnbcindonesia.com/market

Kamis, 25 April 2024

IHSG Balik Lesu, Saham Bank Jumbo Jadi Biang Kerok

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan sesi I Kamis (25/4/2024), di mana investor masih menimbang dampak dari naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kemarin.

Per pukul 10:20 WIB, IHSG turun 0,11% ke posisi 7.166,87. IHSG gagal untuk mencoba menembus kembali level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 5,9 triliun dengan melibatkan 14 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 393.871 kali.

Beberapa saham menjadi penekan IHSG di sesi I hari ini. Berikut daftar sahamnya.

Empat saham perbankan raksasa menjadi penekan IHSG pada sesi I hari ini, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar yakni mencapai 13,7 indeks poin.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG tetap menghijau meski BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuannya. Tetapi pada hari ini, investor sepertinya mulai menimbang dampaknya dan membuat mereka melakukan aksi profit taking.

Sebelumnya, BI menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) ke level 6,25%, dari sebelumnya di level 6%. Ini menjadi kedua kalinya suku bunga dinaikkan sejak pandemi Covid-19. Adapun terakhir BI menaikkan suku bunga acuannya yakni pada Oktober 2023.

Kenaikan ini juga berbeda dengan hasil polling yang dihimpun oleh CNBC Indonesia Research dari 14 institusi yang menunjukkan sembilan di antaranya memproyeksi bahwa BI masih akan menahan suku bunga. Dari 14 institusi, hanya lima yang memperkirakan BI menaikkan suku bunga.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25%," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyosaat konferensi pers secara daring, Rabu (24/4/2024).

Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability.

"Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Meski suku bunga kembali dinaikkan, tetapi masih akan ada stimulus yang diberikan BI untuk menjaga daya tahan pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu melalui kebijakan makroprudensial yang longgar.

Kebijakan makroprudensial longgar itu untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

BI Kaji Eksportir Selain SDA Wajib Simpan Dolar AS di Dalam Negeri

PT. Equityworld Futures Manado - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsing Hendarta mengungkapkan bank sentral dan pemerintah membuka peluang perluasan sektor usaha yang wajib menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri selama tiga bulan lamanya.

Adapun pemerintah mulai menerapkan kebijakan DHE SDA sejak Agustus 2023 dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023. Dengan aturan ini, eksportir wajib menempatkan DHE minimal 3 bulan dengan nilai paling kecil 30 persen dari total nilai ekspor. Namun, aturan ini hanya berlaku bagi eksportir sumber daya alam.

Filianingsih berjanji untuk mengabarkan perkembangan rencana ini. Namun, dia memastikan BI dan pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi terhadap penempatan DHE eksportir yang sudah ada.

"Untuk wacana perluasan sektor yang wajib, saat ini memang pemerintah sedang melakukan dengan BI untuk evaluasi hasli dari penempatan DHE yang sudah ada dan optimalkan potensi yang ada untuk implementasi sektor-sektor ini jadi ke depan mungkin kita bisa update lagi," ujar Filianingsih dalam paparan RDG BI, dikutip Kamis (25/4/2024).

Baca : The Fed Gak Ngaruh! Harga Emas Dunia Melesat 1%

Bank Indonesia (BI) melaporkan penempatan DHE di dalam negeri melalui instrumen Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE) per 23 April 2024 mencapai US$ 1,9 miliar dolar AS.

"Memang posisi beberapa bulan terakhir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jadi posisi per 23 April 2024 ini adalah sebesar 1,9 miliar dolar AS, dan itu kebanyakan ditempatkan di tiga bulan dananya sekitar 99 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Destry menuturkan jumlah eksportir yang menyimpan DHE di dalam negeri melalui instrumen tersebut juga bertambah menjadi 163 perusahaan.

Instrumen operasi moneter TD Valas DHE berlaku efektif pada 1 Maret 2023 untuk mendorong eksportir menyimpan DHE di dalam negeri. Instrumen tersebut bertujuan untuk meningkatkan serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.

 

 

cnbcindonesia.com/market